Minggu, 08 April 2012

Kali ini artikel saya copykan dari serial manufacturing hope oleh Menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan

Antre Semen Sebelum Menyalip di Tikungan

Oleh Dahlan Iskan :  Menteri Negara BUMN


Saya berdiri di atas dermaga pelabuhan yang jauh menjorok ke laut. Saya hitung ada 13 kapal yang mengapung buang sauh di kejauhan sana. Kapal-kapal itu  menunggu giliran dipanggil merapat ke dermaga untuk mengisi semen. Mereka antre semen. Kapal-kapal itu lama sekali menunggu dan menunggu di tengah laut, ada yang sampai mengapung di tengah laut dua minggu.

Tidak jauh dari pelabuhan itu sebuah proyek baru lagi dikebut penyelesaiannya. Itulah proyek pembangunan pabrik semen unit 5 PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan. Antrean kapal seperti itu masih akan terus terjadi sampai pabrik baru itu bisa berproduksi. Lima bulan lagi.

Dengan pabrik baru ini Semen Tonasa bisa menambah kapasitas 3 juta ton lagi per tahun. Meski selama ini sebenarnya Semen Tonasa sudah mampu berproduksi 4 juta ton per tahun, rupanya belum mampu mengimbangi melonjaknya keperluan semen di Indoensia Timur.

Antrean kapal yang panjang itu memang menggambarkan banyak hal. Terjadi kekurangan semen yang luar biasa. Ini karena ekonomi lagi sangat baik. Di mana-mana orang membangun. Harga semen pun naik terus. Antrean kapal yang sampai dua minggu itu saja sudah menggambarkan bahwa biaya angkutan pasti meningkat.

Kalau pabrik baru Semen Tonasa sudah beroperasi, bisa dibayangkan sendiri: pembangunan akan semakin cepat di wilayah timur. Apalagi banyak sekali pembangkit listrik ukuran besar (untuk ukuran Indonesia Timur) selesai di tahun 2012 ini: 2x50 MW di Barru, 2x100 MW di Jeneponto, 150 MW PLTA di Poso, dan beberapa lagi. Dua bahan baku utama pembangunan, semen dan listrik, tidak akan jadi penghambat lagi.

Pabrik Semen Tonasa memang akan menjadi salah satu andalan pembangunan di wilayah timur. Setelah pabrik kelima ini beroperasi, harus segera diputuskan untuk membangun pabrik yang keenam. Cadangan bahan baku di Tonasa seperti tidak terbatas. Pabrik itu terletak di bibir gunung kapur yang menjadi bahan bakunya. Tidak perlu biaya pengangkutan sama sekali. “Bahan baku di sini bisa untuk keperluan ratusan tahun,” ujar M Sattar Taba, Dirut PT Semen Tonasa.

Penambahan kapasitas tidak hanya terjadi di Tonasa. Di Tuban, Jatim, Semen Gresik juga membangun pabrik baru. Bahkan sudah hampir beroperasi. Insya Allah bulan depan. Pemasangan mesin-mesin dan komisioning sudah selesai. Hari Kamis minggu lalu saya ke Tuban untuk menyaksikan penyalaan api pertama pabrik baru itu. Berarti dari Tuban akan ada tambahan semen tiga juta ton lagi per tahun. Total menjadi 13 juta ton semen diproduksi di Tuban.

Sebagai rasa syukur selesainya pembangunan pabrik unit 4 di Tuban ini, Dirut Semen Gresik Group Dwi Soetjipto mengadakan acara doa khusus. Dwi mengajak seluruh orang Tuban yang hafal Al Quran (hufadz) berkumpul di pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin desa Jarorejo untuk khataman. Di pesantren pimpinan KH Ashari inilah saya ikut acara khataman itu.

Grup Semen Gresik memang sedang ekspansi di segala penjuru Indonesia. Tidak hanya di Tuban dan Tonasa tapi juga di Sumatera. Perencanaan ekspansi di Padang sudah selesai. Dana sudah siap. Tinggal menyelesaikan masalah-masalah di daerah. Kalau pun ekspansi di Padang ini nanti terhambat, bisa saja dialihkan ke Aceh. Pokoknya harus di Sumatera. Untuk mendukung percepatan pembangunan di Sumatera yang sangat kaya ini.

Penentuan lokasi itu sudah harus diputuskan pertengahan tahun ini. Dana triliunan rupiah yang sudah disiapkan sayang kalau tidak diinvestasikan.

Investasi BUMN tidak boleh ditunda, apalagi dibatalkan. Ini untuk mengemban misi negara dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang harus terus meningkat. Di saat banyak negara mengalami kesulitan ekonomi, saatnyalah Indonesia siap-siap menyalip di tikungan.

Dengan investasi baru di Tuban dan Tonasa itu saja, Grup Semen Gresik sudah akan menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara.

Thailand sudah akan kita kalahkan beberapa bulan lagi. Siam Cement (Thailand) dengan kapasitas 25 juta ton per tahun, sudah akan disalip Semen Gresik dengan kapasitas 26 juta ton per tahun. Apalagi kalau proyek semen Padang atau Aceh bisa dilakukan.

Grup Semen Gresik memang punya kemampuan luar biasa untuk melakukan ekspansi. Unit 4 Semen Tuban itu misalnya, sama sekali tidak menggunakan dana dari bank. Semua menggunakan dana sendiri. Unit 5 Semen Tonasa yang semula direncakan 70% dana perbankan, tidak jadi dipakai seluruhnya.

Dengan terus melakukan investasi seperti itu, di segala bidang, pertumbuhan ekonomi akan terjaga. Ekonomi Indonesia harus terus berkembang di saat ekonomi dunia melesu. Kepercayaan diri kita sudah kuat untuk bisa satu per satu menyusul negara-negara lain dan bahkan melewatinya.

Apalagi ekonomi kita sudah mulai kebal terhadap gejolak politik. Heboh-heboh  politik ternyata sangat kecil pengaruhnya. Di saat seru-serunya demo BBM yang lalu, harga saham di pasar modal justru naik. Kalau investasi bisa terus dilakukan, target pertumbuhan ekonomi 6,5% akan tercapai. Ibarat balapan mobil, di saat pesaing lagi punya problem, Indonesia harus menginjak gas lebih dalam.

Ekspansi pabrik semen di Sumatera bukan hanya dilakukan grup Semen Gresik (kelak akan berganti nama menjadi Grup Semen Garuda). Tapi juga oleh BUMN lain: PT Semen Baturaja di Sumatera Selatan. PT Semen Baturaja, tahun ini go public. Punya kemampuan untuk ekspansi.

Semen Baturaja akan membangun pabrik yang kedua dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. Harus dimulai tahun ini juga. Ini untuk memberikan dorongan perkembangan ekonomi Sumatera yang akan terus berkibar-kibar.

Apalagi tahun depan banyak sekali pembangkit listrik yang sudah jadi. Dua hambatan dasar terbesar untuk pembangunan teratasi. Jalan tol pun dimulai dibangun di Sumatera. Semua itu akan membuat pembangunan di Sumatera tidak akan bisa tertahan lagi.

Grup Semen Gresik memang sudah bisa menjadi contoh BUMN yang berkelas dunia. Bukan saja segera menjadi yang terbesar di Asia Tenggara tapi juga punya kesiapan berkembang di segala bidang. Bahkan sudah mampu membangun pabrik modern dengan cara swa kelola. Tidak perlu BOT, BOO, atau pun EPC. Unit 4 Semen Tuban dan unit 5 Semen Tonasa yang termodern itu, misalnya, dibangun sendiri oleh orang-orang Grup Semen Gresik. Untuk mencapai tahap ini, BUMN seperti Pertamina atau PLN pun masih tertinggal jauh.

Tak ayal bila harga saham Semen Gresik, heemmm, terus melejit. Rekor baru terus dipecahkan. Terakhir mencapai rekor Rp12.500 minggu lalu. Ini setara dengan Rp120.000 per lembar seandainya lembar sahamnya tidak dipecah-pecah menjadi 10 lembar beberapa waktu lalu.

Tiga-empat tahun lagi, rasanya, banyak BUMN yang mencapai tingkatan itu. Karena itu kalau selama ini kita dikenal sebagai negara yang “jual-jual-jual” BUMN ke asing, bisa jadi akan segera berubah menjadi “beli-beli-beli” di luar negeri. Tidak akan terjadi lagi privatisasi dengan cara lama: mencari strategic partner dari luar negeri. Kalau pun akan dilakukan strategic sale, pembeli strategisnya adalah BUMN sendiri!

Tentu kita tidak boleh terlalu menyalah-nyalahkan mengapa dulu kita melakukan “jual-jual-jual”. Kala itu negara kita memang lagi sangat lemah. Krisis ekonomi yang berat di tahun 1998, membuat pemerintah tidak memiliki anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan. Negara dalam keadaan terancam. Keseluruhan APBN kita, waktu itu, hanya Rp300 triliun. Alangkah kecilnya. Hanya sama dengan anggaran pendidikan kita tahun 2012 sekarang ini. Atau hanya sedikit lebih tinggi dari anggaran subsidi yang kita hebohkan dua minggu lalu.

Kini dengan kemampuan pemerintah yang begitu kuat (tahun lalu ekonomi Indonesia sudah mengalahkan ekonomi Belanda), dengan APBN yang sudah Rp1.500 triliun, dengan asset BUMN yang Rp3.000 triliun, privatisasi BUMN hanya boleh dilakukan melalui pasar modal.

Saya pun akan terus mendorong BUMN untuk masuk pasar modal. Agar pengelolaan BUMN lebih transparan, lebih terbuka, lebih akuntabel. Siapa tahu, dengan cara ini, kapitalisasi pasar modal kita pun tidak lama lagi sudah bisa mengalahkan Singapura! Kalau bisa paling lambat tahun depan!

Sekarang ini kita tinggal kalah sedikiiiit lagi. Saatnya, di sektor ini pun kita menyalip di tikungan. Kalau kapitalisasi pasar modal kita sudah bisa mengalahkan Singapura tahun depan, sejarah akan terus berbalik. Satu per satu. Tidak bisa ditahan lagi. Ekonomi Indonesia berlari kencang. Lupakan politik. Kita kejar harga diri kita!

Kejadian 13 kapal yang antre semen, telah berbicara banyak mengenai gambaran negara kita ke depan!
Serial Manufacturing Hope oleh Menteri BUMN

Source : antaranews.com

(*)

Minggu, 25 Maret 2012

Resensi Buku : Membuat Aplikasi Penjualan dengan Java Netbeans


Resensi Buku** : Membuat Aplikasi Penjualan dengan Java Netbeans




Judul                : Aplikasi Penjualan dengan Program Java Netbeans, Xampp dan iReport
Pengarang       : Hendra Kurniawan, Eri Mardiani, Nur Rahmansyah
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I         : September 2011
Tebal buku       : 162 + viii
Harga               : Rp. 39.800,-
Peresensi          : M. Hanif Sukarman


                                               
Buku ini ditulis oleh tiga orang dengan latar belakang lulusan Sistem Informasi dan merupakan karya pertama mereka. Eri Mardiana lulusan sistem informasi UPN Veteran Jakarta. Hendra Kurniawan dan Nur Rahmansyah merupakan jebolan dari Sistem Informasi STMIK Nusa Mandiri Jakarta. Ketiganya berprofesi sebagai dosen, pengajar, dan programmer serta praktisi di bidang Teknologi Informasi (halaman 161).
Java merupakan program dengan keunggulan bisa berjalan di berbagai macam sistem operasi. Sedangkan Java NetBeans adalah salah satu jenis IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk membuat program berbasis java. Dalam buku ini disajikan contoh program aplikasi penjualan di sebuah toko dimana pada transaksi penjualannya dibutuhkan pengolahan data barang, data pembeli serta pembuatan laporan penjualan. Selain Java Netbeans buku ini membahas lebih mendalam tentang MySql. Dimulai dengan panduan installasi Xampp, NetBeans dan iReport yang installernya telah disertakan dalam CD bawaan sehingga memudahkan bagi pemula meskipun belum pernah mengenal database dan pemrograman.
Di buku ini Anda akan dipandu membuat aplikasi dari nol hingga selesai. Setiap langkah pembuatan program sederhana dijelaskan dengan detail, menjadikannya cocok dipelajari oleh pemula. Tools sudah disertakan dalam CD bawaan.
Namun banyaknya contoh program dirasa masih minim sehingga pembaca akan kesulitan jika ingin mengembangkan program untuk keperluan lain jika hanya mengacu pada buku ini. Daftar isi yang terkesan seadanya menjadi minus karena kurang memberi gambaran detil bagi pembaca.
Di dalam buku ini dibahas langkah-langkah membuat program dari awal hingga akhir sampai program bisa dijalankan. Diantaranya membuat kelas-kelas, password, program utama, data user dan data barang. Membuat data transaksi penjualan, membuat database MySql menggunakan Xampp, mengoneksikan netbeans ke database, membuat laporan mingguan, bulanan dan tahunan.
Intinya, buku ini cocok bagi pemula yang baru belajar java. Juga cocok bagi yang memerlukan panduan manipulasi data di MySql dengan menggunakan NetBeans.


**dalam rangka memenuhi Tugas dari Pak Seger Susastro

Selasa, 14 Februari 2012

By Pass Jl. DR IR H. Soekarno - Surabaya

February 4, 2012

Jumat seminggu yang lalu telah dibuka jalan baru yang menghubungkan antara Rungkut-UPN Veteran dengan Kenjeran.
Jalan baru ini berisi 2 jalur X 2, rencananya jalan ini akan tembus ke pondok chandra Sidoarjo, sehingga bisa menjadi solusi kemacetan. Jika kita terlusuri lebih jauh, jalan ini telah tembus langsung ke jalan Suramadu. Jadi ketika anda keluar dari Jembatan Suramadu bisa langsung ke Rungkut tepatnya Rungkut Madya.Rutenya sebagai berikut:
Dari jembatan Suramadu ke selatan – Lampu Merah Perempatan Suramadu belok kiri sekitar 2 KM ada lampu merah pertama pertigaan kenjeran belok kanan – Masuk jalan DR  IR  H Soekarno – Lampu merah Kalijudan – Lampu merah Mulyorejo – Lampu merah Unair kampus C – Lampu merah RCTI – Lampu merah Arief Rachman Hakim – Lampu merah Semolowaru – Lampu merah Stikom – Lurus terus ketemu dengan perempatan penjaringan – lurus lagi sampai mentok di Jl Rungkut Madya, mentok jalan jika anda mau ke UPN Veteran tinggal belok kiri, jika mau ke Bandara belok kanan nanti ketemu lampu merah McD dan Giant, belok kiri terus ikuti jalan belak belok menuju Pondok Candra kemudian bisa langsung masuk Tol Bandara Juanda.
jadi dari kenjeran ke rungkut anda tidak usah belok, langsung lurus terus.

Sumber: pasarsurabaya.wordpress.com

Minggu, 08 Januari 2012

Baju Lebaran Untuk Nyonya


     Ide ini berawal dari Nyari baju Lebaran buat istri, susah nyari baju yang pas (harganya :( - ) sesuai angan-angan. Kejadiannya menjelang lebaran tahun kemarin (Lebaran tahun 2011).
Maunya cari baju yang berbahan halus sehingga nyaman, rata2 dipasaran harganya selangit. Seperti di Shafira sudah start dari harga ratusan ribu. Baju yang saya taksir harganya diatas 700ribu. Ahirnya gerilya kesana-kemari.
Pertama mencari bahan (Wool Cashmere) yang terkenal berkualitas bagus, dimulai dari pasar atom, JMP plaza, saya ubek-ubek tetapi belum nemu harga yang pas sesuai kantong, harga dikisaran di 110 s/d 140 ribu per meter. Setelah beberapa tempat dikunjungi ketemulah sebuah toko di DTC Wonokromo . Alhamdulillah dapat diskon lumayan, dengan lebar 150 cm maka saya beli 2,5 Meter, kali ini tinggal pilih warna bahan.
Pasar di Surabaya tidak kalah lengkap dengan  Pasarbaru, Tanah Abang ataupun Mayestik di Jakarta.
Problem pertama adalah warna yang dicari tidak ada. Warna pesenan dari Nyonya Merah Marun, tp yang tersedia warna Hijau, Biru dongker, dan mirip Krem (gak jelas Krem-nya). Setelah dipertimbangkan lagi dipilihlah warna Biru.
Berikutnya adalah hunting bahan untuk assesories - kain corak warna ungu dan kancing baju ke-ungu-unguan. Hail ini dilakukan setelah konsultasi dengan bapak penjahit.
Langkah kedua cari tukang jahit yang bisa membantu merealisasikan proyek. Ongkos jahit rata2 100-150ribu, sebelum memutuskan ya atau tidak saya cek porto folio yang telah mereka kerjakan, hasil jahitan bagus atau tidak. Beberapa tukang jahit di DTC menawarkan jasanya, karena belum sreg maka tidak jadi kasih proyek jahitan ke mereka, sempat nyari penjahit di jalan Kenjeran - Surabaya langganan nyonya, rupanya mereka tidak berpengalaman mengerjakan baju blues, ataupun baju panjang. Sempat pending beberapa hari ketemulah dengan bapak penjahit tidak jauh dari rumah. Beberapa contoh baju di showroom hasilnya lumayan rapi.
dimulai lah menyampaikan konsep dan rancangan gambar ke bapak penjahit. Ada beberapa hal yang diprotes sama beliau kemudian di kasih solusi. Selanjutnya ajak Nyonya ukur panjang baju agar pas dan nyaman dipakai. dan penjahitan dimulai.
eng ing eng.....
Jadilah seperti gambar ini.....



awalnya assesories di lengan baju maunya di batik naik ke atas melangkung. gak tahu kenapa ko malah jadinya lurus :) , apakah instruksinya kurang dimengerti. tapi ya sudahlah, walaupun tidak sama persis ide dan rancangan saya tapi juga tidak jelek-jelek amat.

Kenapa pilih wool cashmere? Bahan ini biasa digunakan untuk setelan jas atau safari kantoran. bahan halus dan tidak mudah kusut, gampang perawatannya dan sangat nyaman dikenakan. terkesan cukup waah tidak malu-maaluin. Cukup tebal jadi tidak bahan perlu dobel (daleman). Selain buat Lebaran baju ini saya design bisa untuk keperluan resmi sehari-hari. tinggal nyari kerudung yang match- saya serahkan ke Nyonya.
Alhamdulillah comment dari Nyonya enak dipakai seperti harapanku....


*Berusahalah semampumu, teruslah berusaha dan jangan pernah mengeluh, kemudian syukurilah hasil yang engkau dapatkan - hanif